selamat datang SAHABAT SEMUA DIBLOG HEALTHY SCIENCE Semoga Bermanfaat ....

Rabu, 24 Maret 2010

Strees dan Adaptasi

STRESS

Stress adalah realitas kehidupan setiap hari yang tidak dapat di hindari. stress disebabkan oleh perubahan yang memerlukan penyesuaian. sering dianggap kejadian atau perubahan negative yang dapat menimbulkan stress misalnya : cedera, sakit, kematian orang yang dicintai. padahal segi positif juga dapat menimbulkan stress seperti naik pangkat, perkawinan. pengalaman stress dapat berasal dari tiga sumber, sumber yang Pertama adalah lingkungan diri dan tubuh serta pikiran. lingkungan mengirimkan stimulus secara terus menerus selama manusia hidup yang memerlukan penyesuaian. sumber Kedua stress merupakan kondisi Fisikologi tubuh. pertumbuhan yang cepat pada remaja, menopause pada wanita, proses menua, penyakit, kecelakaan, pemunduran kekuatan otot karena kurang latihan atau gerak, nutrisi yang buruk yang semuanya dapat membebani tubuh. sumber Ketiga adalah pikiran. otak mengartikan dan menterjemahkan perubahan yang kompleks pada lingkungan dan tubuh , kemudian menetapkan respon . menurut penelitian Ricard Lazarus (Davis, esheiman dan Mckay, 1988) mengatakan bahwa jika individu diadakan pada situasi maka pertama individu menanyakan dirinya apa yang terjadi (kondisi) dan mengapa terjadi (penyebab). individu yang stress sering memutuskan situasi ini berbahaya, sukar atau menyakitkan.
stress adalah gejala situasi dimana tuntutan non-spesifik mengharuskan seorang individu untuk berespon atau melakukan tindakan (Selye 1976). stress dapat memberi stimulus dalam hal ini, suatu stress adalah positif dan bahkan diperlukan. namun demikian, terlalu banyak stress dapat menimbulkan suatu penyesuaian yang buruk, penyakit fisik, dan ketidakmampuan untuk mengatasi atau koping terhadap masalah. Stimuli yang mengawali atau mencetuskan perubahan di sebut Stresor. Stresor secara umum dapat di klasifikasikan sebagai Internal atau Eksternal. Stresor Internal berasal dari dalam diri seseorang. dan Stresor Eksternal berasal dari luar diri seseorang.

Beberapa Definisi Stress
1. stress adalah respon tubuh yang sifatnya non-spesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya.
2. stress adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan.
3. stress adalah suatu kondisi dinamik dalam mana seseorang individu dikonfrontasikan dengan suatu peluang , kendala dan tuntutan yang dikaitkan dengan apa yang sangat diinginkannya dan yang hasilnya di persepsikan sebagai tidak pasti dan penting.
4. stress adalah suatu kondisi yang di sebabkan oleh suatu transaksi antara individu dengan lingkungan yang menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan yang berasal dari situasi dan sumber daya system biologis, psikologis, dan social dari seseorang.

setiap individu selalu terpapar oleh stimulus atau stressor yang dapat menimbulkan perubahan atau masalah (stress) adapun sumber stresornya dapat berupa :
1. lingkungan
a. aspek fisik ruangan yaitu : Pasilitas tempat tidur, pasilitas kamar mandi, pasilitas makan.
b. aspek psiko-sosial yaitu : suara, sikap, sikap tim kesehatan keterlibatan klien dan keluarga, hubungan klien dengan lingkungan jam kunjungan, telekomunokasi dan informasi.
c. spiritual yaitu tenaga pelayanan keagamaan kesempatan melakukan kegiatan keagamaan pasilitas yang tersedia.
2. diri sendiri
a. perubahan psikologis yang tampak melalui tanda dan gejala.
b. proses pemeriksaan
c. proses perawatan dan tindakan
3. pikiran
pikiran klien yang negative penilaian saat ini maupun masa yang akan datang mempunyai pengaruh yang lebih berat misalnya takut akibat operasi, ragu-ragu melakukan sesuatu, takut kehilangan bagian tubuh, tak tahu apa yang terjadi.

Beberapa peneliti pada abad ini telah menghasilkan beberapa perbedaan konsep tentang stress. tiga dari konsep berikut ini adalah:
1. Stress Sebagai Respon Biologis
Pada tahun 1956 Hans Selye mempublikasikan tentang penelitiannya mengenai respons fisikologis dalam suatu system biologi terhadap perubahan yang tidak diinginkan. sejak pertama publikasinya, ia telah merepisi ulang devinisi tentang stress menjadi “…keadaan dimanifestasikan oleh sindrom khusus yang terdiri dari semua perubahan yang penyebabnya tidak spesifik dalam system biologi….” (Selye 1976). sindrom ini telah dikenal sebagai “Fight Or Fliight syndrome” . dalam tahun 1936 , Selye merumuskan stress sebagai general adaptation syndrome (GAS) atau sindrom penyesuaian umum. selye membagi reaksi umum tubuh terhadap stress dalam tiga tahap yaitu : Reaksi Waspada, Reaksi Melawan, dan Reaksi Kelelahan.
2. Stress Sebagai Suatu Peristiwa Lingkungan
Konsep kedua mendevinisikan stress sebagai “Sesuatu” atau “Peristiwa” yang memicu respons fisiologis dan psikologis. peristiwa ini adalah salah satu yang menimbulkan perubahan dalam pola hidup individu, yang memerlukan penyesuaian gaya hidup , dan menguras kemampuan seseorang.
Holmes dan Rahe (1967) mengembangkan suatu metode dalam mengorelasikan pengaruh perubahan hidup denagn penyakit.
3. Stress Sebagai Transaksi Antara Individu Dan Lingkungan
Definisi stress menitik beratkan pada hubungan antara individu dengan lingkungan. karakteristik pribadi yang sama alaminya dengan peristiwa lingkunagn perlu dipertimbangkan.(Lazarus dan Folkman, 1984) . denagn kata lain untuk mempresiksi stress psikologis sebagai suatu reaksi, karakteristik orang tersebut dalam berkaitan dengan lingkungan juga harus dipertimbangkan.
stress sebagai proses yang meliputi Stresof dan strain denganmenambahkan dimensi hubungan antara individu dan lingkungan. interaksi antara manusia dan lingkungan yang saling mempengaruhi disebut sebagai hubungan transaksional. stress bukan hanya stimulus atau sebuah respons saja, tetapi juga suatu proses ketika seseorang adalah perantara (agen) yang aktif yang dapat mempengaruhi stressor melalui strategi prilaku, kongnitif dan emosional.
Faktor Predisposisi Stress
factor predisposisi ini sangat berperan dalam menentukan apakah suatu respon adaptif atau maladaptive. jenis factor predisposisi adalah pengaruh genetic, pengalaman masa lalu, dan kondisi saat ini.
pengaruh genetic adalah keadaan kehidupan seseorang yang diperoleh dari keturunan.
pengalaman masa lalu adalah kejadian-kejadian yang menghasilkan suatu pola pembelajaran yang dapat mempengaruhi respons penyesuaian individu.
kondisi saat ini meliputi factor kerentanan yang mempengaruhi kesiapan fisik, psikologis dan sumber-sumber social individu untuk menghadapi tuntutan menyesuaikan diri (Murphy dan moriaty , 1976)

Proses Terjadinya Stress Secara Fisiologis
(Dadang Hawari, 2002)

ADAPTASI
Adaptasi sebagai suatu bentuk respon yang sehat terhadap stress telah ditegaskan sebagai suatu perbaikan homeostatis pada system lingkungan internal. dalam hal ini termasuk juga respon pada proses penstabilan biologis internal dan pemeliharaan psikologis. dalam hal jati diri dan harga diri. Roy (1976) mendefinisikan respon yang adaptif sebagai suatu tingkah laku yang memelihara integritas individu. adaptasi dipandang sebagai suatu yang positif dan ada korelasi dengan respon yang sehat. ketika tingkah laku mengganggu integritas individu, hal ini dianggap meladaptif . respon yang meladaptif oleh individu dianggap sebagai hal yang negative atau hal yang tidak sehat.
Adaptasi merupakan hasil upaya dari koping (cara penyelesaian masalah , beradaptasi berarti mendapatkan persepsi, prilaku dan lingkungan yang berubah sehingga tercapai keseimbangan). adaptasi dapat dicapai melalui berbagai aspek :
1. Adaptasi psikologis adalah respon terhadap kebutuhan dan usaha yang berhasil. misalnya, meningkatkan kekuatan otot denagn latihan yang lama.
2. Adaptasi psikososial termasuk sikap dan prilaku. misalnya, strategi koping, pola hidup, keyakinan

karakteristik respon yang adaptif adalah :
1. semua respon yang adaptif selalu mempertimbangkan keseimbangan
2. adaptasi adalah totalitas respon dari tubuh manusia artinya respon bio-psiko-sosio dan spiritual
3. adaptasi memerlukan waktu
4. kemampuan adaptasi berbeda pada tiap orang
5. respon adaptif mungkin melelahkan dan mungkin tidak adekuat karena itu efisiensi dan bantuan diperlukan.

Adaptasi Fisikologis terhadap stress adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan keadaan relative seimbang. kemampuan adaptif ini adalah bentuk dinamik dari ekuilibrium lingkungan internal tubuh. lingkungan internal secara konstan berubah, dan mekanisme adaptif tubuh secara kontinu berfungsi untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan ini dan untuk mempertahankan ekuilibrium atau homeostatis.
Diketik Ulang oleh pendi Ardiansyah
Referensi:
Kliat, Budi Anna. 1998. PENATALAKSANA STRESS. Jakarta : EGC
Sulistiawati, S.kp, M.Kes , DKK. 2005. Konsep dasa keperawatan kesehatan jiwa.
Jakarta :EGC
Potter & Perry.2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, dan Prsktik; Vol 1, terjemahan Yasmin Asih…[et al.]. Jakarta : EGC

Perubahan

Setelah kelahiran bayi dan pengeluaran plasenta, ibu mengalami suatu periode pemulihan kembali kondisi fisik dan psikologisnya. (Ball 1994, Hytten 1995)
Yang diharapkan pada periode 6 minggu setelah melahirkan adalah semua system dalam tubuh ibu akan pulih dari berbagai pengaruh kehamilan dan kembali pada keadaan sebelum hamil (Beischer dan Mackay 1986, Cunningham et al 1993)

A.PERUBAHAN SISTEM REPRODUKSI
Sistem Reproduksi pada Masa Kehamilan
a.Uterus
Tumbuh membesar primer, maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterin. Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan, progesteron berperan untuk elastisitas / kelenturan uterus. Taksiran kasar perbesaran uterus pada perabaan tinggi fundus :
1)tidak hamil / normal : sebesar telur ayam (+ 30 g)
2)kehamilan 8 minggu : telur bebek
3)kehamilan 12 minggu : telur angsa
4)kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis-pusat
5)kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat
6)kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat
7)kehamilan 28 minggu : sepertiga pusat-xyphoid
8)kehamilan 32 minggu : pertengahan pusat-xyphoid
9)36-42 minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid

Ismus uteri, bagian dari serviks, batas anatomik menjadi sulit ditentukan, pada kehamilan trimester I memanjang dan lebih kuat. Pada kehamilan 16 minggu menjadi satu bagian dengan korpus, dan pada kehamilan akhir di atas 32 minggu menjadi segmen bawah uterus. Serviks uteri mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron. Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan.
b.Vagina / vulva
Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen dan progesteron, warna merah kebiruan.
c. Ovarium
Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi diambil alih oleh plasenta, terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat. Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak terjadi siklus hormonal menstruasi.

Sistem Reproduksi pada Masa Nifas

Walaupun istilah involusi saat ini telah digunakan untuk menunjukkan kemunduran yang terjadi pada setiap organ dan saluran reproduktif, kadang lebih banyak mengarah secara spesifik pada kemunduran uterus yang mengarah ke ukurannya. (Varney’s Midwivery)
Dalam masa nifas, alat-alat genetalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan alat-alat genital ini dalam keseluruhannya disebut involusi.(Ilmu Kebidanan, Prof, Dr. dr. Sarwono Prawirohardjo, SpOG)
Perubahan yang terjadi di dalam tubuh seorang wanita sangatlah menakjubkan. Uterus atau rahim yang berbobot 60 gram sebelum kehamilan secara perlahan-lahan bertambah besarnya hingga 1 kg selama masa kehamilan dan setelah persalinan akan kembali ke keadaan sebelum hamil. Seorang bidan dapat membantu ibu untuk memahami perubahan-perubahan ini.

a.Involusi Uterus
Involusi uterus atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan bobot hanya 60 gram. Involusi uteri dapat juga dikatakan sebagai proses kembalinya uterus pada keadaan semula atau keadaan sebelum hamil.

Involusi uterus melibatkan reorganisasi dan penanggalan decidua/endometrium dan pengelupasan lapisan pada tempat implantasi plasenta sebagai tanda penurunan ukuran dan berat serta perubahan tempat uterus, warna dan jumlah lochia.
Proses involusi uterus adalah sebagai berikut :
1)Iskemia Miometrium
Disebabkan oleh kontraksi dan retraksi yang terus menerus dari uterus setelah pengeluaran plasenta membuat uterus relative anemi dan menyebabkan serat otot atrofi
Autolysis
Autolysis merupakan proses penghancuran diri sendiri yang terjadi di dalam otot uterine. Enzim proteolitik akan memendekkan jaringan otot yang telah sempat mengendur hingga 10 kali panjangnya dari semula dan lima kali lebar dari semula selama kehamilan atau dapat juga dikatakan sebagai pengrusakan secara langsung jaringan hipertropi yang berlebihan hal ini disebabkan karena penurunan hormon estrogen dan progesteron.
3)Efek Oksitosin
Oksitosin menyebabkan terjadinya kontraksi dan retraksi otot uterin sehingga akan menekan pembuluh darah yang mengakibatkan berkurangnya suplai darah ke uterus. Proses ini membantu untuk mengurangi situs atau tempat implantasi plasenta serta mengurangi perdarahan.

Penurunan ukuran uterus yang cepat itu dicerminkan oleh perubahan lokasi uterus ketika turun keluar dari abdomen dan kembali menjadi organ pelviks. Segera setelah proses persalinan puncak fundus kira-kira dua pertiga hingga tiga perempat dari jalan atas diantara simfisis pubis dan umbilicus. Kemudian naik ke tingkat umbilicus dalam beberapa jam dan bertahan hingga satu atau dua hari dan kemudian secara berangsur-angsur turun ke pelviks yang secara abdominal tidak dapat terpalpasi di atas simfisis setelah sepuluh hari.
Perubahan uterus ini berhubungan erat dengan perubahan-perubahan pada miometrium. Pada miometrium terjadi perubahan-perubahan yang bersifat proteolisis. Hasil dari proses ini dialirkan melalui pembuluh getah bening.
Decidua tertinggal dalam uterus setelah separasi dan ekspulsinplasenta dan membrane yang terdiri dari lapisan zona basalis dan suatu bagian lapisan zona spongiosa pada decidua basalis (tempat implantasi plasenta) dan decidua parietalis (lapisan sisa uterus). Decidua yang tersisa ini menyusun kembali menjadi dua lapisan sebagai hasil invasi leukosit yaitu :
1)Suatu degenerasi nekrosis lapisan superficial yang akan terpakai lagi sebagai bagian dari pembuangan lochia dan lapisan dalam dekat miometrium.
2)Lapisan yang terdiri dari sisa-sisa endometrium di lapisan basalis.
Endometrium akan diperbaharui oleh proliferasi epithelium endometrium. Regenerasi endometrium diselesaikan selama pertengahan atau akhir dari postpartum minggu ketiga kecuali di tempat implantasi plasenta.
Dengan involusi uterus ini, maka lapisan luar dari decidua yang mengelilingi situs plasenta akan menjadi nekrotik. Decidua yang mati akan keluar bersama dengan sisa cairan, suatu campuran antara darah yang dinamakan lochia, yang biasanya berwarna merah muda atau putih pucat. Pengeluaran Lochia ini biasanya berakhir dalam waktu 3 sampai 6 minggu.

b.Involusi tempat plasenta
Setelah persalinan, tempat plasenta merupakan tempat dengan permukaan kasar, tidak rata dan kira-kira sebesar telapak tangan. Dengan cepat luka ini mengecil, pada akhir minggu ke-2 hanya sebesar 3-4 cm dan pada akhir nifas 1-2 cm. Penyembuhan luka bekas plasenta khas sekali. Pada permulaan nifas bekas plasenta mengandung banyak pembuluh darah besar yang tersumbat oleh thrombus. Biasanya luka yang demikian sembuh dengan menjadi parut, tetapi luka bekas plasenta tidak meninggalkan parut. Hal ini disebabkan karena luka ini sembuh dengan cara dilepaskan dari dasarnya tetapi diikuti pertumbuhan endometrium baru di bawah permukaan luka. Endometrium ini tumbuh dari pinggir luka dan juga dari sisa-sisa kelenjar pada dasar luka.
Regenerasi endometrium terjadi di tempat implantasi plasenta selama sekitar 6 minggu. Epitelium berproliferasi meluas ke dalam dari sisi tempat ini dan dari lapisan sekitar uterus serta di bawah tempat implantasi plasenta dari sisa-sisa kelenjar basilar endometrial di dalam deciduas basalis. Pertumbuhan kelenjar endometrium ini berlangsung di dalam decidua basalis. Pertumbuhan kelenjar ini pada hakekatnya mengikis pembuluh darah yang meembeku pada tempat implantasi plasenta yang menyebabkannya menjadi terkelupas dan tak dipakai lagi pada pembuangan lochia.

c.Perubahan Ligamen
Ligamen-ligamen dan diafragma pelvis serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan partus, setelah janin lahir, berangsur-angsur menciut kembali seperti sediakala. Tidak jarang ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan letak uterus menjadi retroflexi. Tidak jarang pula wanita mengeluh “kandungannya turun” setelah melahirkan oleh karena ligament, fasia, jaringan penunjang alat genetalia menjadi agak kendor.

d.Perubahan pada Serviks
Serviks mengalami involusi bersama-sama uterus. Perubahan-perubahan yang terdapat pada serviks postpartum adalah bentuk serviks yang akan menganga seperti corong. Bentuk ini disebabkan oleh korpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan serviks tidak berkontraksi, sehingga seolah-olah pada perbatasan antara korpus dan serviks uteri terbentuk semacam cincin. Warna serviks sendiri merah kehitam-hitaman karena penuh pembuluh darah.
Beberapa hari setelah persalinan, ostium externum dapat dilalui oleh 2 jari, pinggir-pinggirnya tidak rata tetapi retak-retak karena robekan dalam persalinan. Pada akhir minggu pertama hanya dapat dilalui oleh 1 jari saja, dan lingkaran retraksi berhubungan dengan bagian atas dari canalis cervikallis.
Pada serviks terbentuk sel-sel otot baru yang mengakibatkan serviks memanjang seperti celah. Karena hyper palpasi ini dank arena retraksi dari serviks, robekan serviks menjadi sembuh. Walaupun begitu, setelah involusi selesai, ostium externum tidak serupa dengan keadaannya sebelum hamil, pada umumnya ostium externum lebih besar dan tetap ada retak-retak dan robekan-robekan pada pinggirnya, terutama pada pinggir sampingnya. Oleh robekan ke samping ini terbentuk bibir depan dan bibir belakang pada serviks.

e.Lochia
Dengan adanya involusi uterus, maka lapisan luar dari decidua yang mengelilingi situs plasenta akan menjadi nekrotik. Decidua yang mati akan keluar bersama dengan sisa cairan. Campuran antara darah dan decidua tersebut dinamakan Lochia, yang biasanya berwarna merah muda atau putih pucat.
Lochia adalah ekskresi cairan rahim selama masa nifas dan mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membuat organisme berkembang lebih cepat dari pada kondisi asam yang ada pada vagina normal. Lochia mempunyai bau yang amis meskipun tidak terlalu menyengat dan volumenya berbeda-beda pada setiap wanita. Secret mikroskopik Lochia terdiri dari eritrosit, peluruhan deciduas, sel epitel dan bakteri. Lochia mengalami perubahan karena proses involusi. Pengeluaran Lochia dapat dibagi berdasarkan waktu dan warnanya diantaranya :
a.Lochia Rubra/ merah (kruenta)
Lochia ini muncul pada hari pertama sampai hari ketiga masa postpartum. Sesuai dengan namanya, warnanya biasanya merah dan mengandung darah dari perobekan/luka pada plasenta dans erabut dari deciduas dan chorion. Terdiri dari sel desidua, verniks caseosa, rambut lanugo, sisa mekoneum dan sisa darah.
b.Lochia Serosa
Lochia ini muncul pada hari kelima sampai kesembilan postpartum. Warnanya biasanya kekuningan atau kecoklatan. Lochia ini terdiri dari lebih sedikit darah dan lebih banyak serum, juga terdiri dari leukosit dan robekan laserasi plasenta.
c.Lochia Alba
Lochia ini muncul lebih dari hari kesepuluh postpartum. Warnanya lebih pucat, putih kekuningan dan lebih banyak mengandung leukosit, selaput lendir serviks dan serabut jaringan yang mati.
Bila pengeluaran Lochia tidak lancar maka disebut Lochiastasis. Kalau Lochia tetap berwarna merah setelah 2 minggu ada kemungkinan tertinggalnya sisa plasenta atau karena involusi yang kurang sempurna yang sering disebabkan retroflexio uteri.
Lochia mempunyai suatu karakteristik bau yang idak sama dengan secret menstrual. Bau yang paling kuat pada Lochia Serosa dan harus dibedakan juga dengan bau yang menandakan infeksi.
Lochia disekresikan dengan jumlah banyak pada awal jam postpartum yang selanjutnya akan berkurang sejumlah besar sebagai lochia rubra, sejumlah kecil sebagai lochia serosa dan sejumlah lebih sedikit lagi lochia alba.
Umumnya jumlah lochia lebih sedikit bila wanita postpartum berada dalam posisi berbaring daripada berdiri. Hal ini terjadi akibat pembuangan bersatu di vagina bagian atas manakala wanita dalam posisi berbaring dan kemudian akan mengalir keluar manakala dia berdiri.
Total jumlah rata-rata pembuangan Lochia kira-kira 8 hingga 9 oz atau sekitar 240 hingga 270 ml. (Varney’s Midwifery)

f.Perubahan pada Vulva, Vagina dan Perineum
Vulva dan vagina mengalami penekanan serta peregangan yang sangat besar selama proses melahirkan bayi, dan dalam beberapa hari pertama sesudah proses tersebut, kedua organ ini tetap berada dalam keadaan kendur. Setelah 3 minggu vulva dan vagina kembali kepada keadaan tidak hamil dan rugae dalam vagina secara berangsur-angsur akan muncul kembali sementara labia manjadi lebih menonjol.
Segera setelah melahirkan, perineum menjadi kendur karena sebelumnya teregang oleh tekanan kepala bayi yang bergerak maju. Pada post natal hari ke 5, perineum sudah mendapatkan kembali sebagian besar tonusnya sekalipun tetap lebih kendur dari pada keadaan sebelum melahirkan.
Ukuran vagina akan selalu lebih besar dibandingkan keadaan saat sebelum persalinan pertama. Meskipun demikian, latihan otot perineum dapat mengembalikan tonus tersebut dan dapat mengencangkan vagina hingga tingkat tertentu. Hal ini dapat dilakukan pada akhir puerperium dengan latihan harian.

PERUBAHAN SISTEM PENCERNAAN
Sistem pencernaan pada masa kehamilan

Sistem gastrointestinal terpengaruh dalam beberapa hal karena kehamilan. Tingginya kadar progesteron mengganggu keseimbangan cairan tubuh, meningkatkan kolestrol darah, dan melambatkan kontraksi otot-otot polos. Sekresi saliva menjadi lebih asam dan lebih banyak, dan asam lambung menurun. Perbesaran uterus lebih menekan diafragma, lambung dan intestin.
Pada bulan-bulan awal masa kehamilan, sepertiga dari wanita mengalami mual dan muntah. Sebagaimana kehamilan berlanjut, penurunan asam lambung, melambatkan pengosongan lambung dan menyebabkan kembung. Menurunnya gerakan peristaltik tidak saja menyebabkan mual tetapi juga konstipasi, karena lebih banyak feses tedapat dalam usus, lebih banyak air diserap akan semakin keras jadinya. Konstipasi juga disebabkan oleh tekanan uterus pada usus bagian bawah pada awal masa kehamilan dan kembali pada akhir masa kehamilan.
Gigi berlubang terjadi lebih mudah pada saliva yang bersifat asam selama masa kehamilan dan membutuhkan perawatan yang baik untuk mencegah karies gigi. Pada bulan-bulan terakhir, nyeri ulu hati dan regurgitasi (pencernaan asam) merupakan ketidaknyamanan yang disebabkan tekanan keatas dari perbesaran uterus. Pelebaran pembuluh darah rektum (haemoroid dapat terjadi). Pada persalinan, rektum dan otot-otot yang memberikan sokongan sangat teregang.

Sistem pencernaan pada masa nifas

a. Nafsu Makan
Ibu biasanya lapar segera setelah melahirkan, sehingga ia boleh mengonsumsi makanan ringan. Ibu sering kali cepat lapar setelah melahirkan dan siap makan pada 1-2 jam post primordial, dan dapat ditoleransi dengan diet yang ringan. Setelah benar-benar pulih dari efek analgesia, anastesia, dan keletihan, kebanyakan ibu merasa sangat lapar. Permintaan untuk memperoleh makanan dua kali dari jumlah yang biasa dikonsumsi disertai konsumsi camilan yang sering ditemukan.
kerapkali untuk pemulihan nafsu makan, diperlukan waktu 3 – 4 hari sebelum faal usus kembali normal. Meskipun kadar progesteron menurun setelah melahirkan, namun asupan makanan juga mengalami penurunan selama satu atau dua hari, gerak tubuh berkurang dan usus bagian bawah sering
kosong jika sebelum melahirkan diberikan enema.
b.Motilitas
Secara khas, penurunan tonus dan motilitas otot traktus cerna menetap selama waktu yang singkat setelah bayi lahir. Kelebihan analgesia dan anastesia bisa memperlambat pengembalian tonus dan motilitas ke keadaan normal
c.Pengosongan Usus
Buang air besar secara spontan bisa tertunda selama dua sampai tiga hari setelah ibu melahirkan. Keadaan ini bisa disebabkan karena tonus otot usus menurun selama proses persalinan dan pada awal masa pascapartum, diare sebelum persalinan, enema sebelum melahirkan, kurang makan atau dehidrasi. Ibu sering kali sudah menduga nyeri saat defekasi karena nyeri yang dirasakannya di perineum akibat episiotomi, laserasi atau hemoroid. Kebiasaan buang air yang teratur perlu dicapai kembali setelah tonus usus kembali normal.
Kebiasaan mengosongkan usus secara regular perlu dilatih kembali untuk merangsang pengosongan usus.
Sistem pencernaan pada masa nifas membutuhkan waktu yang berangsur-angsur untuk kembali normal. Pola makan ibu nifas tidak akan seperti biasa dalam beberapa hari dan perineum ibu akan terasa sakit untuk defekasi. Faktor-faktor tersebut mendukung konstipasi pada ibu nifas dalam minggu pertama. Suppositoria dibutuhkan untuk membantu eliminasi pada ibu nifas. Akan tetapi proses konstipasi juga dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu dan kekhawatiran lukanya akan terbuka bila ibu buang air besar.

PERUBAHAN SISTEM PERKEMIHAN

1.Fungsi Sistem Perkemihan
a.Mencapai hemostatis internal
1)Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
Cairan yang terdapat dalam tubuh terdiri dari air dan unsur-unsur yang terlarut di dalamnya. 70 % dari air tubuh terletak di dalam sel-sel dan dikenal sebagai cairan intraselular. kandungan air sisanya disebut cairan ekstraselular. Cairan ekstraselular dibagi antara plasma darah, dan cairan yang langsung memberikan lingkungan segera untuk sel-sel yang disebut cairan interstisial (Cambridge, 1991 : 2)
-Edema adalah tertimbunnya cairan dalam jaringan akibat gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh.
-Dehidrasi adalah kekurangan cairan atau volume air yang terjadi pada tubuh karena pengeluaran berlebihan dan tidak diganti.
b.Keseimbangan asam basa tubuh
-batas normal PH cairan tubuh adalah 7,35-7,40
Bila PH >7,4 disebut alkalosis dan jika PH < 7,35 disebut asidosis .
c.Mengeluarkan sisa metabolisme, racun dan zat toksin
ginjal mengekskresi hasil akhir metabolisme protein yang mengandung nitrogen terutama : urea, asam urat, dan kreatinin.

2.Keseimbangan dan keselarasan berbagai proses di dalam tubuh
a.Pengaturan Tekanan Darah
menurunkan volume darah dan serum sodium (Na) akan meningkatkan serum pottasium lalu merangsang pengeluaran renin yang dalam aliran darah diubah menjadi angiotensin yang akan mengekskresikan aldosteron sehingga mengakibatkan terjadinya retensi Na+ + H2O kemudian terjadi peningkatan volume darah yang meningkatkan tekanan darah.
Angiotensin juga dapat menjadikan vasokontriksi perifer yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah.
b.Perangsangan produksi sel darah merah
Dalam pembentukan sel darah merah diperlukan hormon eritropoietin untuk merangsang sumsum tulang hormon ini dihasilkan oleh ginjal.
3.Sistem Urinarius
Perubahan hormonal pada masa hamil (kadar steroid yang tinggi) turut menyebabkan peningkatan fungsi ginjal, sedangkan penurunan kadar sterorid setelah wanita melahirkan sebagian menjelaskan sebab penurunan funngsi ginjal selama masa pasca partum. Fungsi ginjal kembali normal dalam waktu satu bulan setelah wanita melahirkan. diperlukan kira-kira dua sampai 8 minggu supaya hipotonia pada kehamilan dan dilatasi ureter serta pelvis ginjal kembali ke keadaan sebelum hamil (Cunningham, dkk ; 1993). Pada sebagian kecil wanita, dilaktasi traktus urinarius bisa menetap selama tiga bulan.
4.Komponen Urine
Glikosuria ginjal diinduksikan oleh kehamilan menghilang. Laktosuria positif pada ibu meyusui merupakan hal yang normal. BUN (blood urea nitrogen), yang meningkat selama pasca partum, merupakan akibat otolisis uterus yang berinvolusi, Pemecahan kelebihan protein di dalam sel otot uterus juga menyebabkan proteinuria ringan (+1) selama satu sampai dua hari setelah wanita melahirkan. Hal ini terjadi pada sekitar 50% wanita. Asetonuria bisa terjadi pada wanita yang tidak mengalami komplikasi persalinan atau setelah suatu persalinan yang lama dan disertai dehidrasi.

5.Diuresis Postpartum
Dalam 12 jam pasca melahirkan, ibu mulai membuang kelebihan cairan yang tertimbun di jaringan selama ia hamil. salah satu mekanisme untuk mengurangi cairan yang teretensi selama masa hamil ialah diaforesis luas, terutama pada malam hari, selama dua sapai tiga hari pertema setelah melahirkan. Diuresis pascapartum, yang disebabkan oleh penurunan kadar estrogen, hilangnya peningkatan tekanan vena pada tingkat bawah, dan hilangnya peningkatan volume darah akibat kehamilan, merupakan mekanisme tubuh untuk mengatasi kelebihan cairan. Kehilangan cairan melalui keringat dan peningkatan jumlah urine menyebabkan penurunan berat badan sekitar 2,5 kg selama masa pasca partum. Pengeluaran kelebihan cairan yang tertimbun selama hamil kadang-kadang disebut kebalikan metabilisme air pada masa hamil (reversal of the water metabolisme of pregnancy)

6.Uretra dan Kandung Kemih
Trauma bila terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses melahirkan, yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir. Dinding kandung kemih dapat mengalami hiperemesis dan edema, seringkali disertai di daerah-daerah kecil hemoragi. Kandung kemih yang oedema, terisi penuh dan hipotonik dapat mengakibatkan overdistensi, pengosongan yang tak sempurna dan urine residual kecuali jika dilakukan asuhan untuk mendorong terjadinya pengosongan kandung kemih bahkan saat tidak merasa untuk berkemih.
Pengambilan urine dengan cara bersih atau melalui kateter sering menunjukkan adanya trauma pada kandung kemih. Uretra dan meatus urinarius bisa juga mengalami edema.
Kombinasi trauma akibat kelahiran, peningkatan kapasitas kandung kemih setelah bayi lahir, dan efek konduksi anestesi menyebabkan keinginan untuk berkemih menurun. Selain itu, rasa nyeri pada panggul yang timbul akibat dorongan saat melahirkan, leserasi vagina, atau episiotomi menurunkan atau mengubah refleks berkemih. Penurunan berkemih, seiring diuresis pascapartum, bisa menyebabkan distensi kandung kemih. Distensi kandung kemih yang muncul segera setelah wanita melahirkan dapat menyebabkan perdarahan berlebih karena keadaan ini bisa menghambat uterus berkontraksi dengan baik. pada masa pascapartum tahap lanjut, distensi yang berlebihan ini dapat menyebabkan kandung kemih lebih peka terhadap infeksi sehingga mengganggu proses berkemih normal (Cinningham, dkk, 1993). Apabila terjadi distensi berlebih pada kandung kemih dalam mengalami kerusakan lebih lanjut (atoni). Dengan mengosongkan kandung kemih secara adekuat, tonus kandung kemih biasanya akan pulih kembali dalam lima sampai tujuh hari setelah bayi lahir.

PERUBAHAN SISTEM MUSKULOSKELETAL / DIASTASIS RECTUS ABDOMINKUS

1.sistem muskuloskeletal pada masa kehamilan
a.gigi, tulang dan persendian
selama masa kehamilan wanita membutuhkan kira-kira sepertiga lebih banyak kalsium dan fosfos. Dengan diit yang seimbang kebutuhan tersebut terpenuhi dengan baik. Karies gigi tidak disebabkan oleh dekalsifikasi, sejak kalsium gigi telah dibentuk. Terdapat bukti bahwa saliva yang asam pada saat hamil membantu aktivitas penghancuran bakteri email yang menyebabkan karies.
Di lain pihak, sendi pelvik pada saat kehamilan sedikit dapat bergerak. Postur tubuh wanita secara bertahap mengalami perubahan karena janin membesar dalam abdomen. Untuk mengkompensasi penambahan berat ini, bahu lebih tertarik ke belakang dan tulang belakang lebih melengkung, sendi tulang belakang lebih lentur, dapat menyebabkan nyeri punggung pada beberapa wanita. Penggunaan bantal untuk menyokong punggung mungkin dianjurkan untuk kasus ini.
b.Otot
Kram otot-otot tungkai dan kaki merupakan masalah umum selama kehamilan. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi mungkin berhubungan dengan metabolisme kalsium dan fosfor, kurangnya drainase sisa metabolisme otot, atau postur yang tidak seimbang. Kram biasanya terjadi setelah berdiri sepanjang hari dan pada malam hari setelah tubuh beristirahat. Sedikit gerakan dan penggunaan kompres hangat dapat sedikit membantu. Aktivitas sehari-hari yang sedang dan lebih banyak waktu untuk istirahat dengan kaki dinaikan merupakan cara yang ada umumnya berhasil untuk mengurangi ketidaknyamanan ini.

2.sistem muskuloskeletel pada masa nifas
Adaptasi sistem muskuloskeletal ibu yang terjadi selama masa hamil berlangsung secara terbalik padsa masa pascapartum. Adaptasi ini mencakup hal-hal yang membantu relaksasi dan hipermobilitas sendi dan perubahan pusat gravitasi ibu akibat pembesaran rahim. Stabilisasi sendi lengkap pada minggu ke-6 sampai minggu ke-8 setelah wanita melahirkan. Akan tetapi, walaupun semua sendi lain kembali normal sebelum hamil, kaki wanita tidak mengalami perubahan setelah melahirkan.
a. Dinding perut dan peritoneum
Setelah persalinan, dinding perut longgar karena diregang begitu lama, tetapi biasanya pulih kembali dalam 6 minggu. Kadang-kadang pada wanita yang asthenis terjadi diastasis dari otot-otot rectus abdominis sehingga sebagian dari dinding perut di garis tengah hanya terdiri dari peritoneum, fascia tipis dan kulit. Tempat yang lemah ini menonjol kalau berdiri atau mengejan.
b. Kulit abdomen
Kulit abdomen yang melebar selama masa kehamilan tampak melonggar dan mengendur sampai berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan yang dinamakan strie. Melalui latihan postnatal, otot-otot dari dinding abdomen seharusnya dapat normal kembali dalam beberapa minggu.
c. Striae
Striae pada dinding abdomen tidak dapat menghilang sempurna melainkan membentuk garis lurus yang samar. Ibu postpartum memiliki tingkat diastasis sehingga terjadi pemisahan muskulus rektus abdominishal tersebut dapat dilihat dari pengkajian keadaan umum, aktivitas, paritas, jarak kehamilan
yang dapat menentukan berapa lama tonus otot kembali normal.
d. Perubahan Ligamen
Ligamen-ligamen dan diafragma pelvis serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan partus, setelah janin lahir, berangsur-angsur menciut kembali seperti sediakala. Tidak jarang ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan letak uterus menjadi retroflexi. Tidak jarang pula wanita mengeluh “kandungannya turun” setelah melahirkan oleh karena ligament, fasia, jaringan penunjang alat genetalia menjadi agak kendor.
e.simpisis pubis
Meskipun relatif jarang, tetapi simpisis pubis yang terpisah ini merupakan penyebab utama morbiditas maternal dan kadang-kadang penyebab ketidakmampuan jangka panjang. Hal ini biasanya ditandai oleh nyeri tekan signifikan pada pubis disertai peningkatan nyeri saat bergerak ditempat tidur atau saat berjalan. Pemisahan simpisis dapat dipalpasi. Sering kali klien tidak mampu berjalan tanpa bantuan. Sementara pada kebanyakan wanita gejala menghilang setelah beberapa minggu atau bulan, pada beberapa wanita lain gejala dapat menetap sehingga diperlukan kursi roda

Diketik Ulang oleh Pendi ardianyah
DAFTAR PUSTAKA
V. Ruth Bennet. Myles Textbook for Midwifery. 2001. Churcill Livingstone: London Varney. Varney’s Midwifery.
Sweet, BR. Mayes Midwifery.1997.Bailliere Tindall:London
Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Obstetri
Fisiologi. 1983. Eleman: Bandung
Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan.2005.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta
Bobak, dkk.Keperawatan Maternitas.1996EGC:Jakarta
http://harnawatiaj.wordpress.com/2008/05/04/masa-nifas/
http://ksuheimi.blogspot.com/2008/06/fisiologi-nifas-penanganannya.html
http://midwivesari.blogspot.com/
http://www.jevuska.com/2007/04/19/retensi-urine-post-partum/

zietraelmart.multiply.com/journal/item/22/PERUBAHAN_FISIOLOGIS_MASA_NIFAS

Persalinan


Persalinan adalah saat yang menegangkan dan menggugah emosi ibu dan keluarganya, bahkan dapat menjadi saat yang menyakitkan dan menakutkan bagi ibu. Untuk meringankan kondisi tersebut seorang wanita memerlukan dukungan selama persalinan. Karena dukungan baik fisik dan emosional selama persalinan akan menjadikan waktu persalinan menjadi pendek , meminimalkan intervensi, dan menghasilkan persalinan yang baik.
Asuhan pendukung selama persalinan adalah hal penting dalam perawatan kebidanan. Hal ini dapat secara rasional mengubah seluruh skenario persalinan. Tindakan ini akan memberikan efek yang positif baik secara emosional maupun fisiologis terhadap ibu dan janin. Asuhan pendukung adalah upaya pemenuhan kebutuhan dasar ibu bersalin.
Adapun kebutuhan dasar ibu bersalin menurut Leaser dan Keane (1956), adalah :
1. Asuhan tubuh dan fisik
2. Kehadiran seorang pendamping
3. Pengurangan rasa nyeri
4. Penerimaan terhadap sikap dan perilakunya.
5. Informasi dan kepastian tentang hasil persalinan yang aman

KEBUTUHAN DASAR IBU BERSALIN

1. Asuhan Tubuh dan Fisik
Asuhan ini berorientasi pada tubuh ibu selama dalam proses persalinan,hal ini juga yang akan menghindarkan ibu dari infeksi
Adapun asuhan yang dapat diberikan diantaranya adalah
a. Menjaga kebersihan diri
menganjurkan ibu membasuh sekitar kemaluannya sesudah BAK / BAB dan menjaga tetap bersih dan kering.Hal ini dapat menimbulkan kenyamanan dan relaksasi serta menurunkan resiko infeksi karena dengan adanya kombinasi antara bloody show,keringat,cairan amnion,larutan untuk pemeriksaan vagina dan juga veces dapat membuat ibu bersalin marasa tidak nyaman
Mandi di bak / shower dapat menjadi sangat menyegarkan dan santai, ibu tersebut dapat menjadi marasa sehat tetapi bila fasilitasnya tidak memungkinkan mandi di tempat tidur juga manyegarkan
b. Berendam
Air telah dihubungkan dengan suatu perasaan sejahtera selam berabad-abad yang lalu. Ketertarikan dari air dalam persalinan dan kelahiran bayi kini telah berkembang.
Beberapa wanita memilih untuk menggunakan kolam hanya untuk berendam pada kala satu dan beberapa wanita memilih untuk melahirkan didalam air.
Beberapa wanita te;ah memberikan komentar tentang betapa rileksnya mereka selama berada dalam air.
Berendam dapat menjadi tindakan pendukung dan kenyamanan yang paling menenangkan. Bak yang diperlukan perlu cukup dalam agar air dapat menutup abdomennya.hal ini memberikan suatu bentuk hidrotherapy dan kegembiraan yang akan meredakan dan membentu terhadap kontraksi terhadap ibu bersalin
c. Perawatan mulut
Ibu yang sedang ada dalam proses persalinan biasanya mempunyai napas yang bau,bibir kering dan pecah-pecah,tenggorokan kering terutama jika dia dalam persalinan selama beberapa jam tanpa cairan oral dan tanpa perawatan mulut.Hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak menyenangkan bagi orang disekitarnya.Hal diatas dapat dihindari jika wanita mampu mencerna cairan selama persalinannya
Perawatan yang dapat diberikan :
Menggosok gigi : Ibu bersalin harus diingatkan untuk membawa sikat gigi dan pasta gigi ke rumah sakir/rumah bersalin untuk digunakan selama persalinan
Mencuci mulut: Dengan pemberian produk pencuci mulut,sebagai tindakan untuk menyegarkan napas
Pemberian gliserin: Untuk menghindari terjadinya kekeringan pada bibir dapat digunakan gliserin dengan cara mengusapkannya
Pembarian permen untuk melembabkan mulut dan tenggorokan.sebaiknya anjurkan untuk mencegah aspirasi gunakan permen lollipop
d. Pengipasan
Ibu yang sedang dalam proses persalinan biasanya banyak mengeluarkan keringat,bahkan pada ruang persalinan dengan kontrol suhu terbaikpun mereka akan mengeluh berkeringat pada beberapa waktu tertentu. jika tempat persalinan tidak menggunakan pendingin akan menyebabkan perasaan tidak nyaman dan sangat menyengsarakan wanita tersebut. Untuk itu gunakan kipas atau bisa juga bila tidak ada kipas dengan kertas atau lap yang dapat digunakan sebagai pengganti kipas
2. Kehadiran Seorang Pendamping
Penelitian menunjukan bukti bahwa kehadiran seorang pendamping pada saat persalinan dapat menimbulkan efek positif terhadap persalinan dalam arti dapat menurunkan morbiditas, mengurangi rasa sakit, persalinan yang lebih singkat dan menurunnya persalinan dengan operasi termasuk bedah besar, selain itu kehadiran seorang pendamping persalinan dapat memberikan rasa nyaman, aman, semangat, dukungan emosional, dan dapat membesarkan hati ibu.
Hodneet (2002) dalam Chapman mengungkapkan bahwa ada beberapa keuntungan dalam dukungan yang berkesinambungan bagi ibu hamil,antara lain:
Berkurangnya kebutuhan analgesia farmakologis dan lebih sedikit epidural
Berkurangnya kelahiran instrumental
Pembedahan caesar untuk membantu kelahiran menjadi berkurang.
Skore apgar < 7 lebih sedikit.
Berkurangnya trauma perinatal
Lebih dari itu menurut Hodneet pengalaman ibu yang melahirkan dengan dukungan yang berkesinambungan akan mewujdkan :
 Persalinan yang lebih baik dari yang diharapkan
 Pengalaman keseluruhan yang positif bagi ibu
 Ibu lebih mungkin menyusui sendiri pada 6 minggu
 Depresi lebih kecil pada 6 minggu
 Lebih sedikit kesulitan memelihara bayi
Kehadiran seorang pendamping memungkinkan ibu bersalin untuk memiliki rasa percaya diri lebih besar untuk bertanya atau meminta secara langsung atau melalui pendamping tersebut..
Pendamping persalinan bisa dilakukan oleh suami, anggota keluarga atau seseorang pilihan ibu yang berpengalaman dalam proses persalinan, untuk itu seorang bidan harus menghargai keinginan ibu untuk menghadirkan teman atau saudara yang khusus untuk menemaninya baik ditemani oleh suami / anggota keluarga atau temannya yang ia inginkan selama proses persalinan. Bidan harus dapat mengarahkan mereka untuk melakukan peran aktif dalam mendukung ibu dan mengidentifikasi langkah-langkah yang mungkin sangat membantu kenyamanan ibu.
Adapun dukungan yang dapat diberikan oleh pendamping diantaranya adalah :
 Mengusap keringat
 Menemani / membimbing jalan-jalan
 Memberikan minum
 Merubah posisi
 Memijat punggung , kaki atau kepala ibu dan tindakan yang bermanfaat lainnya.
 Menciptakan suasana kekeluargaan dan rasa nyaman.
 Membantu ibu bernafas pada saat kontraksi.
 Mengucapkan kata-kata yang membesarkan hati dan pujian kepada ibu
3. Pengurangan rasa nyeri
Meskipun sudah dialami oleh sebagian besar wnita, rasa nyeri saat melahirkan bersifat unik dan bebeda pada tiap individu, rasa nyeri tersebut juga memiliki karakteristik tertentu yang sama atau bersifat umum. Pengendalian rasa nyeri berhubungan dengan keputusan untuk mengimplementasikan atau memberikan pengendalian nyeri tersebut.
Rasa nyeri pada persalinan yang dialami oleh wanita pada saat persalinan disebabkan oleh kontraksi uterus, dilatasi servik dan distensi perineum, pada akhir kala I dan II dengan peregangan vagina dan dasar panggul untuk mengakomodasi bagian terendah janin.
Adapun tindakan pendukung yang dapat diberikan untuk mengurangi rasa nyeri tersebut adalah sbb:
a. Pengaturan posisi
Faktor penting saat seorang wanita berada dalm persalinan adalah bukan saat ia akhirnya melahirkan tetapi tetap mampu bergerak dengan gelisah selama persalinan.Mobilisasi membantu ibu untuk tetap merasa terkendali.
Membiarkan ibu bersalin untuk memilih posisi persalinan memiliki banyak keuntungan misalnya kurangnya rasa tak nyaman, kurangnya trauma perineum, lebih mudah meneran dan posisi juga merupakan salahsatu dasar yang mempengaruhi keutuhan perineum. Untuk itu ibu bersalin harus diperbolehkan mengambil posisi pilihan mereka sendiri saat persalinan
Posisi yang diterapkan saat persalinan harus menghindari terjadinya hipoksia pada janin, menciptakan pola kontraksi uterus yang efisien, meningkatkan dimendi pelvis, memudahkan pengamatan janin, memberikan paparan perineum yang baik, menyediakan daerah yang bersih untuk melahirkan dan merasa nyaman.
Pengaturan posisi melibatkan juga penempatan bantal,wanita bersalin memerlukan bantal di bawah kepalanya,hal ini dapat meningkatkan relaksasi,mengurangi tekanan otot dan mengeliminasi titik-titik takanan.bebera[pa hal di bawah ini juga dapat mengurangi rasa nyeri pada ibu,diantaranya adalah ;
Anjurkan ibu untuk mencoba posisi posisi yang nyaman bagi dirinya
Ibu boleh berjalan,berdiri,duduk atau jongkok,berbaring miring atau merangkak.
Jangan menempatkan ibu pada posisi terlentang→supine hypotensi sindrome
b. Relaksasi dan latihan pernapasan
Ada 3 latihan relaksasi diantaranya hádala :
Relaksasi progresip yaitu dengan cara mengeraskan satu grup otot (tangan,lengan,kaki,muka) dengan sengaja sekeras mungkin dan kemudian merilekannya selembut mungkin
Relaksasi terkontrol yaitu dengan cara mengeraskan satu grup otot dan satu grup merelaksasikan bagian sisi yang berlawanan.Sebagai contoh lengan kiri dikuatkan,lengan kanan rilek.
Bernapas dalam dengan cara rileks saewaktu ada his dengan cara meminta ibu untuk menarik napas panjang,tahan napas sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup sewaktru ada his, tetapi hal tersebut sudah tidak dianjurkan lagi sekarng ibu diajurkan untuk bernafas seperti biasa dan meneran pad saat ibu merasakan dorongan.
Hypnobirthing adalah suatu bentuk terapi alternatif yang secara holistik membantu ibu untuk rileks, tenang, dan tetap dalam keadaan sadar sepenuhnya. Hypnobirthing adalah salah satu cabang dari Hypnosis. Hypnosis telah diakui oleh WHO sebagai terapi alternatif di luar Ilmu Kedokteran Barat yang sah.
Hypnobirthing dilakukan oleh ibu dan pasangannya dalam keadaan relaksasi mendalam. Setelah masuk dalam keadaan relaksasi mendalam, dilakukanlah suatu penanaman sugesti ke otak mengenai hal-hal positif saat proses persalinan, misalnya bahwa proses persalinan itu tidak menyakitkan. Pada praktiknya, sang ibu diajarkan untuk memasukkan kata-kata positif ke dalam dirinya. Sang suami juga diharapkan ikut menanamkan kata-kata positif kepada istrinya. Pada awalnya ibu akan dibantu oleh terapis dalam prosesnya, selanjutnya ibu tersebut bisa melakukannya sendiri atau dengan bersama suami di rumah. Hypnobirthing dapat juga dilakukan dengan alat bantu CD (Compact Disc) rekaman suara sugesti.
Prinsip dasar metode hypnobirthing :
• Pikiran mempengaruhi seluruh tubuh. Segala sesuatu yang dilakukan tubuh ditentukan oleh pikiran. Oleh sebab itu ketika ditanamkan suatu pandangan bahwa proses persalinan adalah suatu proses alami yang tidak menyebabkan rasa nyeri sedemikian hebatnya, maka tubuh akan mengekspresikan hanya sedikit rasa nyeri saat persalinan.
• Rasa nyeri menghalangi proses persalinan.
• Endorfin adalah pembunuh rasa nyeri alami yang terdapat dalam tubuh. Ini bisa dihasilkan ketika tubuh dalam keadaan relaksasi.
Keuntungan hypnobirthing:
• Kondisi tenang selama kehamilan akan direkam oleh janin & membentuk kepribadian serta kecerdasan sejak di dalam rahim
• Mengurangi rasa mual, muntah, dan pusing
• Menciptakan keadaan yang seimbang sehingga pertumbuhan fisik dan psikis bayi lebih sehat
• Memperlancar jalannya proses persalinan dan meminimalkan rasa sakit
• Meningkatkan produksi ASI
• Dapat lebih mengontrol emosi dan perasaan
• Mencegah kelelahan yang berlebih saat proses persalinan
c. Usapan di punggung / abdominal
Jika ibu suka,lakukan pijatan / masase dipunggung atau mengusap perut dengan lembut
Hal ini dapat memberikan dukungan dan kenyamanan pada ibu bersalin sehingga akan mengurangi rasa sakit
d. Pengosongan kandung kemih
Sarankan ibu untuk sesering mungkin untuk berkemih.Kandung kemih yang kosong akan menyebabkan nyeri pada bagian abdominal juga menyebabkan sulit turunnya bagian terendah dari janin
4. Penerimaan Terhadap Sikap Dan Perilaku
Pada persalinan yang kuat, ibu biasanya lebih terpusat dan menarik diri daripada mengobrol dengan orang lain, ia digambarkan telah menjadi dirinya sendiri. Ketika persalinan semakin kuat, ibu menjadi kurang mobilitas, memegang sesuatu saat kontraksi atau berdiri mengangkang dan menggerakan pinggulnya.
Ketika persalinan ibu semakin maju, ia akan menutup matanya dan pernafasnnya berat dan lebih terkontrol (Burvill, 2002, dalam Chapman, 2006). Ia akan mengerang dan kadang berteriak selama kontraksi yang nyeri, ibu sering terlihat menekuk jari kakinya saat kontraksi memuncak. Sebagai seorang bidan yang dapat dilakukan adalah hanya menyemangatinya dan bukan memarahinya.
Memarahi ibu bersalin bukanlah solusi, tetapi merupakan masalah baru yang akan mengganggu kepercayaan pasien terhadap bidan. Konsekuensinya adalah ibu akan merasa tegang selama persalinan berlangsung. Lain halnya bila bidan menyemangati ibu, maka suasana yang akan terbangun adalah sikap saling percaya dan optimis bahwa persalinan akan berjalan dengan lancar.
5. Informasi Dan Kepastian Tentang Hasil Persalinan Yang Aman
Setiap ibu membutuhkan informasi tentang kemajuan persalinannya sehingga mampu mengambil keputusan dan ia perlu diyakinkan bahwa kemajuan persalinannya normal. Tanpa disadari bahwa kata-kata mempunyai pengaruh yang sangat kuat, baik positif maupun negatif.
Setiap ibu bersalin selalu ingin mengetahui apa yang terjadi pada tubuhnya yang meliputi:
Penjelasan tentang proses dan perkembangan persalinan. Wanita yang telah siap mempunyai anak biasanya mengetahui proses-proses persalinan dan merasa ingin diinformasikan mengenai perkembangannya, sedangkan pada ibu yang belum siap biasanya mereka ingin mengetahiu apa saja yang sedang terjadi dalam tubuhnya
Penjelasan semua hasil pemeriksaan. Semua hasil pemeriksaan harus dijelaskan pada ibu tersebut,hal ini akan mengurangi kebingungan pada ibu. Dan ingat setiap tindakan yang akan kita lakukan harus memperoleh persetujuan sebelum melakukan prosedur
Pengurangan rasa takut akan menurunkan nyeri akibat ketegangan dari rasa takut.
Penjelasan tentang prosedur dan adanya pembatasan. Hal ini memungkinkan ibu bersalin merasa aman dan dapat mengatasinya secara efektif. Ibu tersebut haruslah menyadari prosedur tersebut sebagai salah satu yang dia perlukan dan yang akan membantunya dan juga tentang keterbatasan prosedur tersebut

Kesimpulan
1. Kebutuhan dasar ibu bersalin adalah:
• Asuhan Tubuh dan Fisik
• Kehadiran seorang pendamping
• Pengurangan Rasa Nyeri
• Penerimaan terhadap sikap dan perilakunya.
• Informasi dan kepastian tentang hasil persalinan yang aman
2. Asuhan fisik dan psikologis sangat diperlukan dalam proses persalinan
3. Seluruh bidan harus mempunyai kemampuan untuk memberikan asuhan sayang ibu dalam proses persalinan
Diketik Ulang Oleh Pendi..
Referensi:

1. Chapman, Vicky, 2006, Asuhan Kebidanan Persalinan dan Kelahiran, Jakarta : EGC.
2. Danuatmadja, Bonny & Mila Meilasari, 2004, Persalinan Normal Tanpa Rasa Sakit, Jakarta, Puspa Swara ( Hal 22-25)
3. Depkes RI, 2002. Catatan Tentang Perkembangan Dalam Praktek Kebidanan (Hal 7 – 21 )
4. Henderson, C, dkk, 2006, Buku Ajar Konsep Kebidanan, EGC (Hal 286 – 339 )
5. Saifuddin, 2006, Buku Acuan Nasional Pelayanan Maternal dan Neonatal, Jakarta, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo ( Hal 108 - 109 )
6. Varney, H, 2008, Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Edisi 4 Volume 2, EGC ( Hal 715 – 719 )
7. Varney H. 2001, Buku Saku Bidan, EGC ( Hal 204 – 209 )

Perkembangan dan pertumbuhan manusia pada neonatus

pada umumnya orang berpendapat bahwa pada masa kanak-kanak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan. masa kanak-kanak di mulai setelah melewati masa bayi yang pengaruh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai anak matang secara seksual.
1. ciri-ciri awal masa kanak-kanak
cirri tertentu dari periode masa awal kanak-kanak tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan oleh :
a. Sebutan Yang Digunakan Orang Tua
sebagian besar orang tua menganggap pada awal masa kanak-kanak sebagai usia yang mengundang masalah atau usia sulit.
alas an mengapa masalah prilaku lebih sering terjadi di awak masa kanak-kanak ialah karena kanak-kanak muda sedang dalam proses pengembangan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan.
b. Sebutan Yang Di Gunakan Para Pendidik
para pendidik menyebut tahun-tahun awal masa kanak-kanak sebagai usia prasekolah untuk membedakannya dari saat dimana anak dianggap cukup tua, baik secara fisik dan mental, untuk menghadpi tugas-tugas pada saat mereka mulai mengikuti pendidikan formal.
c. Sebutan Yang Digunakan Para Ahli Psikologi
perkembangan utama yang yang terjadi selama masa kanak-kanak berkiasr di seputar penguasaan dan pengendalian lingkungan, banyak ahli psikologi melabelkan masa kanak-kanak sebagai usia menjelajah.
salah satu cara umum dalam menjelajahi lingkungan adalah dengan bertanya, yang sering di sebut sebagai usia bertanya.



2. PERKEMBANGAN FISIK PADA MASA KANAK-KANAK
a. tinggi
b. berat
c. perbandingan tubuh
d. postur tubuh
e. tulang dan otot
f. lemak
g. gigi

3. KEBIASAAN FISIKOLOGIS
dalam awal masa kanak-kanak, kebiasaan fisikologis yang dasarnya sudah dilekatkan pada masa bayi semakin baik. seperti anak usia tiga tahun tidur sekitar 12 jam sehari. dan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya umur.

4. KETERAMPILAN PADA MASA KANAK-KANAK
kanak-kanak merupakan masa ideal untuk mempelajari keterampilan tertentu, terdapat tiga alasan, pertama, anak sedang mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hati mau mengulang suatu aktifitas sampai mereka terampil melakukannya. kedua, kanak-kanak bersifat pemberani sehingga tidak terhambat oleh rasa takut kalau dirinya merasa sakit atau diejek teman-temannya sebagaimana ditakuti anak yang lebih besar. dan ketiga, anak belia mudah dapat cepat belajar karena tubuh mereka masih sangat lentur dan keterampilan yang dimiliki masih sedikit sehingga keterampilan yang baru dikuasai tidak mengganggu keterampilan yang sudah ada.
keterampilan khusus masa anak-anak :
a. keterampilan tangan
b. keterampilan kaki

5. KEMAJUAN BERBICARA DALAM MASA KANAK-KANAK
selama masa kanak-kanak, kanak-kanak memiliki keinginan yang kuat untuk belajar berbicara, hal ini di sebabkan karena dua hal. pertama, belajar berbicara merupakan sarana pokok dalam sosialisasi. kedua, belajar berbicara merupakan sarana untuk memperoleh kemandirian.
a. Peningkatan Dalam Pengertian
kemampuan mengerti sangat mempengaruhi cara anak mendengarkan apa yang dikatakan kepadanya.
b. Peningkatan Dalam Keterampilan Berbicara
anak muda belia sekarang berbicara lebih baik dari pada generasi sebelumnya ini dikarenakan kanak-kanak dipengaruhi oleh factor keluarga dan lingkungan.
c. Isi Pembicaraan
seringkali pembicaraan kanak-kanak bersifat egosentris dalam arti ia bicara tentang dirinya sendiri, berkisar pada minat, keluarga, dan miliknya.
d. Jumlah Bicara
masa kanak-kanak terkenal sebagai masa tukang ngobrol, karena sekali kanak-kanak dapat berbicara dengan mudah, ia tidak putus-putusnya berbicara.

6. EMOSI PADA KANAK-KANAK
emosi pada masa kanak-kanak sangat kuat sehingga mudah terbawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit di bombing dan diarahkan. emosi yang tinggi kebanyakan disebabkan oleh masalah psikologis dari pada masalah pisikologis. emosi yang umum pada masa kanak-kanak :
a. amarah
b. takut
c. cemburu
d. ingin tahu
e. iri hati
f. gembira
g. sedih
h. kasih sayang

7. SOSIALISASI PADA MASA KANAK-KANAK
masa kanak-kanak sering di sebut sebagai masa pra kelompok. dasar untuk sosialisasi diletakan dengan meningkatnya hubunagn antara anak dengan teman sebayanya dari tahun ketahun. anak tidak hanya banyak bermain tetapi juga banyak berbicara.
a. Pola Sosialisasi Awal
anak muda belia belajar bagaimana anak lain mengadakan kontak social dan bagaimana prilakunya dalam berbagai situasi social
pola prilaku social dan tidak social :

pola social
 meniru
 persaingan
 kerjasama
 simpati
 empati
 dukungan social
 membagi
 prilaku akrab

prilaku tidak social
 negativisme
 agresif
 prilaku berkuasa
 memikirkan diri sendiri
 mementingkan diri sendiri
 merusak
 pertentangan sex
 prasangka

b. Bentuk Prilaku Awal Dalam Berbagai Situasi Social
dalam penelitian longitudinal terhadap sejumlah anak, Waldrop dan Halverson melaporkan bahwa anak yang pada usia 2,5 tahun bersifat ramah dan aktif secara social akan terus bersikap seperti itu sampai usia 7,5 tahun.
c. Teman-Teman
pada masa kanak-kanak bermain secara asosiatif, teman terutama adalah sebagai rekan, sedangkan bermain secara kooperatif teman menjadi teman bermain.
penggolongan teman :
 rekan
 teman bermain
 teman baik
 teman pengganti
 pimpinan dalam masa anak-anak

8. BERMAIN PADA MASA ANAK-ANAK
pola bermain awal masa kanak-kanak :
o bermain dengan mainan
o dramatisasi
o kontruksi
o permainan
o membaca
o film, radio, dan televisi

9. PERKEMBANGAN MORAL PADA MASA KANAK-KANAK
jenis disiplin yang digunakan pada masa kanak-kanak adalah :
 disiplin otoriter
 disiplin yang lemah
 disiplin demokratis
pengaruh disiplin pada kanak-kanak :
 pengaruh pada prilaku
 pengaruh pada sikap
 pengaruh pada kepribadian

10. MINAT PADA MASA KANAK-KANAK
a. Minat Pada Agama
keyakinan agama sebagian besar tidak berarti pada anak-anak, meskipun mereka menunjukan minat dalam ibadah agama. kanak-kanak memiliki keingintahuan yang besar tentang masalah-masalah agama dengan mengajukan banyak pertanyaan tentang agama.


b. Minat Pada Tubuh Manusia
minat timbul lebih dulu pada anggota bagian luar tubuh dari pada minat pada bagian dalam tubuh. tetapi sebelum periode ini berakhir, kebanyakan anak menunjukan minat besar pada bagian dalam tubuhnya dan ingin mengetahui dimana letak hati, paru-paru, dan sebagainya dan juga apa fungsinya.
c. Minat Pada Diri Sendiri
anak menunjukan minat pada dirinya sendiri melalui banyak cara. yang paling sering adalah dengan mengamati dirinya melalui kaca, meneliti bagian-bagian tubuh dan pakaiannya, mengajukan pertanyaan tentang dirinya, membandingkan milik dan prestasinya dengan teman-temannya, atau mengganggu untuk menarik perhatian.
d. Minat Terhadap Seks
keingintahuan mengenai asal usul bayi sangat besar pada anak-anak dan mereka banyak bertanya mengenai ini. beberapa anak yakin bahwa bayi datang dari surga, tetapi sebagian besar anak percaya bahwa bayi berasal dari rumah sakit atau took atau dibawa burung bangau.
e. Minat Terhadap Pakaian
bagi kanak-kanak yang menjadi pusat perhatian adalah baru atau tidaknya pakaian, warna dan hiasannya, persamaan dengan pakaian teman, dan sesuai tidaknya pakaian itu dengan jenis kelamin pakaian.

11. PENGGOLONGAN PERAN-SEKS
a. Mempelajari Stereotip Peran-Seks
stereotip peran seks adalah sekumpulan arti yang dehubungkan dengan kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. arti-arti ini berhubungan dengan penampilan dan bentuk tubuh individu yang sesuai ; jenis pakaian, cara berbicara dan prilaku yang sesuai ; prilaku yang baik dalam menghadapi lawan seks ; dan cara yang sesuai untuk mencapai nafkah pada masa dewasa.

b. Perantara Penggolongan Peran-Seks
mempelajari sereotip peran seks tidak menjamin penggolongan peran seks, anak-anak harus belajar berprilaku sesuai dengan pola-pola yang digariskan dalam stereotip. hal ini sebagian dilakukan dengan cara meniru tetapi lebih banyak melalui latihan langsung dimana anak diperlihatkan bagaimana meniru suatu model dan didorong melakukannya ataupun dimarahi kalau gagal melakukannya.

12. HUBUNGAN KELUARGA PADA MASA KANAK-KANAK
a. Hubungan Orang Tua-Anak
karena anak lebih tergantung pada orang tua dalam hal perasaan aman dan kebahagiaan, maka hubungan yang buruk dengan orang tua akan berakibat sangat buruk karena kepada ibulah sebagian anak sangat tergantung.
b. Hubungan Dengan Saudara
tidak semua hubungan dengan saudara bersifat bertentangan dan kalaupun terjadi pergesekan hanyalah sesekali saja. hubungan dengan saudara sering kali merupakan factor pembantu yang penting dalam perkembangan pribadi dan perkembangan social anak.
c. Hubungan Dengan Sanak Keluarga
ada dua kondisi dalam hubungan dengan sanak keluarga sehingga dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan social anak. pertama, frekuensi hubungan dan yang kedua, peran sanak saudara dalam kehidupan anak.

13. PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN PADA MASA KANAK-KANAK
a. Kondisi-kondisi yang membentuk konsep-diri pada awal masa kanak-kanak.
cara pelatihan anak yang digunakan adalah penting dalam membentuk konsep diri yang sedang berkembang.
cita-cita orang tua terhadap anaknya berperan penting dalam mengembangkan konsep-dirinya.
posisi urutan anak-anak dalam keluarga dapat mempengaruhi perkembangan kepribadia.
ketidaknyamanan lingkungan menyebabkan rasa tidak aman dan merasa lain dari teman-teman yang lain.
b. Meningkatkan Individualitas
individualitas sangat dipengaruhi oleh berbagai pengalaman social di luar rumah.

14. BAHAYA PADA MASA KANAK-KANAK
a. Bahaya Fisik
 kematian, kematian dalam masa kanak-kanak lebih sering disebabkan karena kecelakaan daripada karena penyakit.
 penyakit, kanak-kanak mudah terkena semua penyakit, tetapiyang paling umum adalah penyakit pernafasan.
 kecelakaan, masa kanak-kanak adalah masa aktif diman bayak sekali kecelakaan seperti luka iris, memar, radang, terbakar, patah tulahg dan lain sebagainya.
 kejanggalan, kelakuan aneh mungkin disebabkan kerusakan otak pada waktu lahir, keterbelakangan mental atau yang lainnya.
 kegemukan, kegemukan selalu merupakan bahaya di tingkat usia manapun juga karena kegemukan bisa mengakibatkan penyakit yang akan mengganggu seumur hidup.
 tangan kidal, tangan kidal dapat mempengaruhi keberhasilan pendidikan anak dan kemudian keberhasilan dalam pekerjaan atau penyesuaian social.
b. Bahaya Psikologis
 bahaya dalam berbicara, bicara merupakan sarana komunikasi yang penting bagi kehidupan social maka anak-anak yang tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain akan mengalami hambatan social dan akhirnya menjadi rendah diri.
 bahaya emosional, bahaya emosional di masa kanak-kanak yang besar pada emosi yang kurang baik dan penyesuaian pribadi dan social.
 bahaya social, berhubungan dengan sikap yang digunakan oleh anak-anak dalam menghadapi lingkungan luar atau lingkungan sosialnya.
 bahaya bermain, factor yang mempengaruhi bahaya bermain adalah teman dan mainan yang di pakai oleh anak itu sendiri.
 bahaya dalam perkembangan konsep, ketidak tepatan konsep-konsep yang dipelajari selama masa kanak-kanak sangat berbahaya karena kesalahan konsep seringkali berurat berakar sebelum diketahui oleh orang dewasa.
 bahaya moral, tekanan tekanan yang diakibatkan dimasa kecil akan mempengaruhi masa depan si anak.
 bahaya dalam hubungan keluarga, kemerosotan dalam tiap hubungan manusiawi berbahaya bagi penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial yang baik.
 bahaya kepribadian, bahaya kepribadian yang sangat serius aadalah perkembangan konsep diri yang kurang baik yang dapat disebabkan perlakuan anggota keluargadan teman.

15. KEBAHAGIAAN SELAMA MASA KANAK-KANAK
kebahagiaan selama masa kanak-kanak bergantung lebih kepada kejadian yang menmpa anak di rumah dari pada kejadian diluar rumah
Diketik Ulang oleh pendi ardiansyah
Referensi:
1. Alvy, K.T. Preventing child abuse.american psychologist.1975
2. Ames.L.B. and F.L. Illg . the developmental poin of view with special reference to the principle of reciprocalinterweaving. journal of genetic psychology. 1964.

Patograf

Partograf merupakan alat untuk mencatat informasi berdasrkan observasi/ riwayat dan pemeriksaan fisik ibu dalam persalinan dan alat penting. Khususnya untuk membuat keputusan klinis selama kala i persalinan.
Kegunaan utama partograf adalah:
Mengamati dan mencatat informasi kemajuan persalinan dengan memeriksa serviks selama pemeriksaan dalam.
Menentukan persalinan berjalan normal dan mendeteksi dini persalinan lama sehingga bidan dapat membuat deteksi dini mengenai kemungkinan persalinan lama.
Data pelengkap yang terkait dengan pemantauan kondisi ibu, kondisi bayi, grafik kemajuan proses persalinan, bahan dan medikamentosa yang diberikan , pemeriksaan laboratorium, membuat keputusan klinik dan asuhan atau tindakan yang diberikan dimana semua itu dicatatkan secara rinci pada status rekam medikibu bersalin dan bayi baru lahir
Partograf dimulai pada pembukaan 4 cm ( fase aktif ) dan digunakan pada semua ibu yang akan bersalin oleh setiap penolong persalinan.Penggunaan partograf secara rutin dapat memastikan bahwa ibu dan bayinya mendapatkan asuhan yang aman, adekuat dan tepat waktu serta membantu mencegah terjadinya penyulit yang dapat mengancam keselamtan jiwa mereka.

URAIAN MATERI  EXPLANATION

Pengertian partograf
Partograf adalah alat bantu untuk memantau kemajuan kala I persalinan dan informasi untuk membuat keputusan klinik.

Tujuan Penggunaan partograf
Tujuan utama dari penggunaan partograf adalah untuk :
a) Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan dengan menilai pembukaan satu melalui pemeriksaan dalam
b) Mendeteksi apakah proses persalinan berjalan secara normal. Dengan demikian juga dapat mendeteksi secara dini kemungkinan terjadinya partus lama
c) Data pelengkap yang terkait dengan pemantauan kondisi ibu, kondisi bayi, grafik kemajuan proses persalinan, bahan dan medika mentosa yang diberikan, pemeriksaan laboratorium, membuat keputusan klinik dan asuhan atau tindakan yang diberikan dimana semua itu dicatat secar rinci pada status atau rekam medik ibu bersalin dan bayi baru lahir.
Jika digunakan secara tepat dan konsisten, partograf akan membantu penolong persalinan untuk :
 Mencatat kemajuan persalinan
 Mencatat kondisi ibu dan janin
 Mencatat asuhan yang diberikan selama persalinan dan kelahiran
 Menggunakan informasi yang tercatat untuk identifikasi dini penyulit persalinan.
 Menggunakan informasi yang tersedia untuk membuat keputusan klinik yang sesuai dan tepat waktu

Partograf harus digunakan:
      Untuk semua ibu dalam fase aktif kala I persalinan dan merupakan elemen penting dari asuhan        persalinan.partograf harus digunakan untuk semua persalinan, baik normal maupun patologis. Partograf   sangat membantu penolong persalinan dalam memantau, mengevaluasi dan membuat keputusan klinik, baik

Ppersalinan dengan penyulit maupun yang tidak disertai dengan penyulit.
          Selama persalinan dan kelahiran disemua tempat (rumah, puskesamas, klinik Bidan swasta, Rumah sakit dll), Secara rutin oleh semua penolong persalinan yang memberikan asuhan persalinan kepasa ibu dan proses kelahiran bayinya (spesialis obstetry, bidan, dokter umu, residen, dan mahasiswa kedokteran)

Pencatatan Selama Persalinan
a. Pencatatan selama fase laten kala I persalinan
    Kala I persalinan terdiri dari 2 fase, yaitu : fase laten dan fase aktif yang dinilai melalui pembukaan servik:
    - Fase laten : pembukaan servik kurang dari 4 cm
    - Fase aktif : pembukaan servik dari 4 sampai 10 cm.
Selama fase laten, semua suhan, pengamatan dan pemeriksaan harus dicatat. Hal ini dapt di rekam secara terpisah, baik dicatatn kemajuan persalinan maupun di kartu menuju sehat (KMS) ibu hamil. Tannggal dan waktu harus dituliskan setiapkali membuat catatan setiap kali membuat catatan selama fase laten persalinan. Semua asuhan dan interfensi juga harus dicatat.
Kondisi ibu dan bayi juga harus dinilai dan dicatat secar seksama yaitu:
- Denyut jantung janin setiap ½ jam
- Frekuensi dan lamanya kontraksi uterus setiap ½ jam
- Nadi setiap ½ jam
- Pembukaan servik setiap 4 jam
- Penurunan bagian terendah janin setiap 4 jam
- TD dan temperatur tubuh setiap 4 jam.
- Produksi urine, aseton, dan protein setiap 2 -4 jam
Jika ditemui gejala dan tanda penyulit, penilaian dan kondisi ibu dan bayi harus lebih sering dilakukan. Lakukan tindakan yang sesuai apabila dalam diagonsis disebutkan adanya penyulit dalam persalinan. Jika frekuensi kontraksi berkurang dalam 1 atau 2 jam pertama, nilai ulanh kesehatan dan kondisi aktual ibu dan bayinya. Bila tidak ada tanda-tanda kegawatan atau penyulit ibu boleh pulang dengan instruksi untuk kembali jika kontraksinya menjadi teratur, intensitasnya makin kuat dan frekuensinya meningkat. Apabila asuhan persalinan dilakukan di rumah, penolong persalinan hanya boleh meninggalkan ibu setelah dipastikan ibu dan bayinya dalam kondisi baik. Kesankan kepada ibu dan keluarga untuk menghubungi kembali penolong persalinan, jika terjadi peningkatan frekuensi kontraksi. Rujuk ibu kefasilitas kesehatan yang sesuai juka fase laten berlangsung lebih dari 8 jam.

b. Pencatatan Selama Fase Aktif Persalinan
    Halaman depan partograf (Gambar 1) menginstruksikan observasi dimulai pada fase aktif persalinan dan  
    menyediakan lajur dan kolom untuk mencatat hasil-hasil pemeriksaan selam fase aktif persalinan, yaitu :
    Informasi Tentang Ibu :
    - Nama, umur
    - Gravida, para, abortus atau keguguran
    - Nomor catatan medik atau nomor puskesmas
    - Tanggal dan waktu mulai dirawat ( atau jika di rumah, tanggal dan waktu persalinan mulai merawat ibu )
    - Waktu pecahnya selaput ketuban
    Lengkapi bagian atas partograf denga teliti pada saat memulai persalinan. Waktu kedatangan (tertulis   
     sebagai : jam tau pukul pada partograf) dan perhatikan kemungkinan ibu datang dalam fase laten. Catat  
     waktu pecahnya selaput ketuban.
     Kondisi Janin :
     - DJJ;
    Dengan menggunakan metode seperti yang diuraikan pada bagian pemeriksaan fisik dalam bab ini, nilai dan catat denyut jantung janin atau DJJ setiap 30 menit (lebih sering jika ada tanda gawat janin) setiap kotak dibagian atas partograf menunjukan waktu 30 menit. Skala angka disebelah kolom paling kiri menunjukan DJJ. Catat DJJ dengan memberi tanda titik pada garis yang sesuai dengan angka yang menunjukan DJJ, kemudian hubungkan yang satu dengan titik lainnya dengan garis dan bersambung.
Kisaran normal DJJ terpapar pada partograf diantara garis tebal pada angka 180 dan 100. sebainya penolong harus waspada bila DJJ mengarah hingga dibawah 120 atau diatas 160. Untuk tindakan –tindakan segera yang harus dilakukan jika DJJ melampaui kisaran normal ini. Catat tindakan-tindakan yang dilakukan pada ruang yang tersedia disalah satu dari kedua sisi partograf.

- Warna dan adanya air ketuban;
Nilai kondisi ketuban setiap kali melakukan periksa dalam dan nilai warna air ketuban jika selaput ketuban pecah. Catat temuan-temuan pada kotak yang sesuai dibawah lajur DJJ, gunakan lambang-lambang berikut ini :
U : Selaput ketuban utuh atau belum pecah
J : Selaput ketuban sudah pecah dan air ketuban jernih
M : Selaput ketuban sudah pecah dan air ketuban bercampur mekonium
D : Selaput ketuban sudah pecah dan bercampur darah.
K : Selaput ketuban sudah pecah api air ketuban tidak mengalir lagi atau kering.
Mekonim dalam cairan ketuban tidak selalu menunjukan adanya gawat janin. Jika terdapat mekonium, pantau DJJ dengan seksama untuk mengenali tanda gawat janin pada proses persalinan. Jika ada tanda-tanda gawat janin (DJJ < 100 atau > 180 x/menit) maka ibu harus segera dirujuk.
Tapi jika terdapat mekonium kental, segera rujuk ibu ketempat yang memilki kemampuan, penatalaksanaan gawat darurat dan obstetry bayi baru lahir.
- Penyusupan atau molase kepala janin
Penyusupan adalah indikator penting tentang seberapa jauh kepala bayi dapat menyesuaikan diri terhadap bagian keras atau tulang panggul ibu. Semakin besar derajat penyusupan atau tumpang tindih antara tulang kepala makin meningkatka resiko CPD. Ketidak mampuan untuk berakomodasi atau disproporsi diunjukan melalui derajat penyusupan (tumpang tindih atau molase) yang berat sehingga tulang kepala yang saling menyusup, sulit untuk dipisahkan. Apabila ada dugaan disproporsi tulang kepala- panggul maka penting untuk memantau kemauan janin serta kemajuan persalinan. Lakukan tindakan pertolongan awal yang sesuai dan rujuk ibu dengan dugaan CPD kefasilitas kesehatan rujukan.
Setiap kali melakukan periksa dalam, nilai penyusupan antar tulang atau molase kepala janin. Catat temuan yang ada dikotak yang sesuai dibawah lajur air ketuban. Gunakan lambang-lambang berikut ini :
0 : Tulang-tulang kepala janin terpisah, sutura dengan mudah dapat dipalpasi
1 : Tulang-tulang kepala janin hanya saling bersentuhan
2 : Tulang-tulang kepala janin saling tumpang tindih tetapi masih dapat dipisahakan
3 : Tulang-tulang kepala janin tumpang tindih dsan tidak dapat dipisahkan.

Kemajuan Persalinan:
- Pembukaan servik
  Kolom dan lajur kedua pada partograf adalah untuk pencatatan kemajuan persalinan. Angkka 0 sampai 10  
  yang tertera pada kolom paling kiri adalah besarnya dilatasi serviks, nilai setiap angka sesuai dengan 
  besarnya dilatasi serviks dalam satuan setimeter dan menempati lajur dan kontak tersendiri. Perubahan nilai  
  atau perpindahann lajur 1 kelajur yang lain untuk menunjukan penambahan dilatasi servik sebesar 1 cm.
  Pada lajur dan kontak yang mencatat penurunan bagian terbawah janin tercantum angka 1-5 yang sesuai  
  dengan metode perlimaan (menentukan penurunan janin setiap kotak segi empat menunjukan waktu 30  
   menit untuk pencatatan waktu pemeriksaan, DJJ, kontraksi uterus dan frekuensi nadi ibu.
   Pada pemeriksaan fisik, nilai dan catat pembukaan servik setiap 4 jam (lebih sering digunakan jika ada 
   tanda-tanda penyulit) saat ibu berada dalam fase aktif persalinan, setiap pada partograf setiap temuan dari  
   setiap pemeriksaan. Tanda “X” harus dicantumkan digaris waktu yang sesuai dengan lajur besarnya  
   pembukaan servik
Perhatikan :
a. Pilih angka pada tepi kiri luar kolom pembukaan servik yang sesuai dengan besarnya pembukaan servik  
    pasda fase aktif persalinan yang diperoleh dari hasil pewriksa dalam
b. Untuk pemeriksaan pertama pada fase aktif persalinan, temuan ( pembukaan servik dari hasil periksa  
    dalam harus dicantumkan pada garis waspada. Pilih angka yang sesuai dengan bukaan servik dan 
    cantumkan tanda X pada ordinat atau titik silang garis ilatasi servik dan garis waspada
c. Hubungkan tanda X dari setiap pemeriksaan dengan garis utuh atau tidak terputus

- Penurunan bagian terbawah atau persentasi janin
Setiap kali melakukan periksa dalam cantumkan hasil pemeriksaan penrunan kepala atau perlimaan yang menunjukan seberapa jauh penuruanan bagian terbawah janin mendekati rongga panggul. Pada persalinan normal semua kemajuan pembukaan servik selalu diikuti dengan turunya bagian terbawah janin. Tapi ada kalanya, penurunan bagian nterbawah janin baru terjadi setelah pembukaan servik mencapai 7 cm.
Tulisan” turunnya kepala” dan garis tidak putus dari 0-5, tertera disisi yang sama dengan angka pembukaan servik. Berikan tanda O yang ditulis pada garis waktu yang sesuai.Hubungkan tanda O dari setiap pemeriksaan dengan garis tidak terputus.

- Garis waspada dan garis bertindak
Garis waspada dimulai pada pembukaan servik 4 cm dan berakhir pada titik dimana pembukaan lengkap diharapkan terjadi jika laju pembukaan adalah 1 cm perjam. Pencatatan selama fase aktif persalinan harus dimulai digaris waspada. Jika pembukaan servik mengarah kesebelah kanan garis waspada ( pembukaan kurang darai 1 cm perjam), maka harus di pertimbangkan adanya penyulit ( misalnya: fase aktif yanf memanjang, servik kaku, atau inersia uteri hipertonik dan lain-lain. Pertimbangkan perlunya melakukan interfensi bermanfaat yang diperlukan, misalnya : persiapan rujukan kefasilitas kesehatan rujukan (rumah sakit atau puskesmas) yang memiliki kemampuan untuk menatalaksana penyulkit dan kegawatdaruratan obstetry. Garis bertindak tertera sejajar dan disebelah kanan (berjarak 4 jam) garis waspada. Jika pembukaan servik telah melampaui dan berada disebelah kanan garis bertindak maka hal ini menunjukan perlu dilkukan tindakan untuk menyelesaikan persalinan

Jam Dan Waktu :
- Waktu mulainya fase aktif persalinan
Dibagian bawah partograf (pembukaan servik dan penurunan) tertera kotak-kotak yang diberi angka 1-12. Setiap kotak menyatakan 1 jam saat dimulainya fase aktif persalinan
- Waktu aktual saat pemeriksaan atau penilaian
Setiap kotak menyatakan satu jam penuh dan berkaitan dengan dua kotak waktu tiga puluh menit yang berhubungan dengan lajur untuk pencatatan pembukan servik. DJJ dibagian atas dan lajur kontraksi dan nadi ibu bagian bawah. Saat ibu masuk dalam fase aktif persalinan, cantumkan pembukaan servik digaris waspada. Kemudian catatkan waktu aktual pemeriksaan ini dikotak waktu yang sesuai.

Kontraksi Uterus :
Dibawah lajur waktu partograf, terdapat lima kotak dengan tulisan “kontraksi per 10 menit” disebelah luar kolom paling kiri. Setiap kotak menyatakan suatu kontraksi. Setiap 30 menit, raba dan catat jumlah kontraksi dalam 10 menit dan lamanya kontraksi dalam satuan detik. Nyatakan jumlah kontraksi yang terjadi dalam waktu 10 menit dengan cara mengisi kotak kontraksi yang tersedia dan disesuaikan dengan angka yang mencerminkan temuan dari hasil pemeriksaan kontraksi.

Beri titik-titik di kotak yang sesuai untuk menyatakan kontraksi yang lamanya kurang dari 20 detik.

Beri garis-garis di kotak yang sesuai untuk menyatakan kontraksi yang lamanya 20-40 detik.

Isi penuh kotak yang sesuai untuk menyatakan kontraksi yang lamanya lebih dari 40 detik.
Dalam waktu 30 menit pertama terjadi dua kontraksi dalam 10 menit dan lamanya kurang dari 20 detik
Dalam waktu 30 menit kelima terjadi tiga kontraksi dalam waktu 10 menit dan lamanya menjadi 20-40 detik.
Dalam waktu 30 menit ketujuh terjadi lima kontraksi dalam 10 menit dan lamanya lebih dari 40 detik.

Obat-Obatan Dan Cairan Yang Diberikan :
- Oksitosin
  Jika tetesan (drip) oksitosin sudah dimulai, dokumentasikan setiap 30 menit jumlah unit oksitosin yang
  diberikan pervolume cairan IV dan dalam satuan tetesan permenit.
- Obat-obatan lainnya dan cairan IV yang diberikan
  Catat semua pemberian obat-obatan tambahan dan/atau cairan IV dalam kontak yang sesuai dengan kolom
   waktunya.

Kondisi Ibu :
- Nadi, TD dan temperatur tubuh
a. Angka disebelah kiri bagian partograf ini berkaitan dengan nadi dan tekanan darah ibu.
b. Nilai dan catat nadi ibu setiap 30 menit selama fase aktif persalinan (lebih sering jika diduga adanya
    penyulit). Berilah titik (.) pada kolom waktu yang sesuai
c. Nilai catat tekanan darah ibu setiap 4 jam selama fase aktif persalinan (lebih sering jika diduga adanya
    penyulit). Beri tanda panah pada partograf pada kolom waktu yang sesuai.
d. Nilai dan catat temperatur tubuh ibu (lebih sering jika terjadi peningkatan mendadak atau diduga adanya
    infeksi) setiap 2 jam dan catat temperatur tubuh dalam kotak yang sesuai.
- Urine (volume, aseton atau protein)
   Ukur dan catat jumlah produksi urine ibu sedikitnya setiap 2 jam (setiap kali ibu berkemih). Jika
    memungkinkan, setiap kali ibu berkemih, lakukan pemeriksaan aseton dan protein dalam urine.

3. Pencatatan Pada Lembar Belakang Partograf
    Halaman belakang partograf (Gambar 2) merupakan bagian untuk mencatat hal-hal yang terjadi selama
    proses persalinan dan kelahiran bayi, serta tindakan-tindakan yang dilakukan sejak kala I hingga kala IV
    dan bayi baru lahir. Itulah sebabnya bagian ini disebut sebagai catatan persalinan. Nilai dan catatan asuhan
    yang diberikan kepada ibu selama masa nifas (terutama pada kala empat persalinan) untuk memungkinkan
    penolong persalinan mencegah terjadinya penyulit dan membuat keputusan klinik yang sesuai.
Catatan persalinan adalah terdiri dari unsur-unsur berikut :
- Data atau informasi umum
- Kala I
- Kala II
- Kala III
- Bayi baru lahir
- Kala IV

Diketik ulang oleh pendi Ardiansyah
Referensi
1. Saifuddin, A.B. 2001. Buku Acuan Nasional bMaternal Dan Neonatal JNPKKR – POGI. Jakarta
2. Pusdiknakes. 2003. Buku III Askeb Pada Ibu Intrapartum. WHO-JHPIEGO. Jakarta.
3. JNPK-R. Asuhan Persalinan Normal. JHPIEGO-Depkes RI. Jakarta

Neonatus


I. PENGERTIAN
Neonatus adalah masa bulan pertama kehidupan, disepakati waktunya mulai dari 0-28 hari. Selama tahapan ini, fungsi fisik bayi baru lahir kebanyakan reflektif, dan stabilisasi system organ utama adalah tugas tubuh yang utama. Prilaku sangat mempengaruhi interaksi, antara bayi baru lahir dan lingkungan serta pengaruh. misalnya rata-rata anak usia dua minggu tersenyum secara spontan dan mampu mengenali wajah ibunya sehingga melambungkan perasaan cinta ibu dengan itu ibu segera memeluk bayinya.

II. CIRI-CIRI NEONATUS
ciri-ciri dari neonatus adalah sebagai berikut :
1. Menghisap merupakan refleks terpenting
2. Masih tidur terus
3. Bila ditelungkupkan tampak seperti merayap menggunakan kakinya kedepan
4. Refleks menghentak
5. Sering tampak terkejut dan menangis dalam tidurnya
6. Refleks menggenggam
7. Belum mengetahui siapa dirinya dan siapa anda

III. PERKEMBANGAN FISIK NEONATUS
Rata-rata berat bayi baru lahir 3400 gram, panjang 50 cm dan memiliki lingkar kepala 35 cm. sampai 10 % berat lahir hilang dalam beberapa hari pertama, dan akan naik kembali pada minggu ke dua kehidupan. selama bulan pertama meningkat rata-rata berat badan 120 sampai 240 gram per minggu, tinggi badan 0,6 -2,5 cm, dan 2 cm dalam lingkar kepala.
denyut jantung menurun dari denyut jantung janin 130 sampai 160 kali permenit turun menjadi 120 sampai 140 kali permenit. systole dan diastole dalam keadaan durasi lebih pendek, intensitas lebih besar, dan bunyi lebih tinggi rata-rata tekanan darah 74/46 mmHg. rata-rata waktu pernafasan adalah 30 sampai 50 kali permenit. temperature aksila berada dalam rentang antara 36’ sampai 37,5’c dan secara umum menjadi stabil dalam 24 jam setelah lahir.
Karakteristik Fisik Neonatus
karakteristik yang normal termasuk tetap adanya lanugo (rambut yang halus, menutupi hampir seluruh tubuh) pada kulit bagian belakang. signosis pada tangan dan kaki, abdomen yang lembut dan menonjol. warna kulit berfariasi menurut ras dan warisan genetika dan berubah selama masa bayi Molding , atau tulang kepala saling bertumpuk dan akan menyesuaikan kembali dalam beberapa minggu. membentuk kembali yang lebih bulat. garis yang terpisah sutura, dan fontanel, biasanya teraba pada saat kelahiran.
refleks normal termasuk berkedip dalam berespon terhadap cahaya terang dan gerakan terkejut dalam berespon terhadap suara rebut dan tiba-tiba.
Karakteristik Prilaku Neonatus
karakteristik prilaku yang normal meliputi periode menghisap, menangis, tidur dan beraktifitas. Bayi baru lahir normalnya melihat wajah pengasuh, secara reflektif, tersenyum dan beresponterhadap stimulus sensoris, khususnya wajah pengasuh utama , suara dan sentuhan.
jam pertama kehidupan neonatus tanpa pemberian obat utamanya dihabiskan dalam keadaan diam waspada. dengan mata terbuka lebar dan aktifitas menghisap kuat. setelah itu bayi akan tidur terus selam 2 sampai 3 hari berikutnya untuk pulih dari proses kelahiran setelah itu periode tidur berfariasi dari 20 menir sampai 6 jam dengan perbandingan siang malam sempit.
IV. PERKEMBANGAN KONGNITIF NEONATUS
Perkembangan kongnitif yang awal mulai dengan prilaku bawaan, refleks dan fungsi sensoris. misalnya neonatus belajar untuk menoleh kearah putting susu pada saat baru lahir anak-anak berfokus pada benda berjarak kira-kira 8-10 inci dari wajah mereka dan dapat melihat benda. kemampuan sensori ini memberikan neonatus untuk mengeluarkan stimulus lebih dari pada hanya menerima stimulus . contoh stimulus sensori adalah orang tua berbicara dengan bayinya dan memegang mereka untuk melihat wajah mereka.
untuk neonatus menangis berarti komunikasi. beberapa bayi menangis karena popoknya basah atau mereka merasa lapar.

V. PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL
Interaksi selama perawatan rutin memperbesar atau memperkecil proses kedekatan, jika orang tua atau anak-anak mengalami komplikasi kesehatan setelah lahir, hubungan dapat terganggu. Isyarat prilaku bayi lemah atau tidak ada. Misalnya bayi yang lahir dengan gangguan jantung mungkin lebih mudah merasa lemah selama menyusui. mereka mungkin istirahat lebih sering setelah beberapa isapan yang kuat dan tertidur setelah mendapat 30cc sampai 45cc. bayi mungkin bangun setelah 1,5 jam , menangis karena merasa lapar kembali. ibu tidak memahami bahwa tangisan tersebut adalah perintah secara fisiologis untuk rangkaian dari suatu kejadian, keduanya baik ibu dan bayi memperoleh penurunan kesenangan dari pengalaman menyisui. Dalam kasus ini, bagaimanapun juga hubungan tidak meningkat dan mungkin berkurang kecuali tindakan keperawatan memutuskan rangkaian kejadian itu.
VI. RINGKASAN PERKEMBANGAN NEONATUS MENURUT AHLI TEORI
PENTAHAPAN
1. Teori Psikoseksual Freud
Oral-Sensori (lahir sampai 12-18 bulan) (neonatus dan bayi)
 Ciri Tahapan
Aktifitas melibatkan mulut seperti menghisap, menggigit dan mengunyah merupakan sumber utama kenikmatan.
 Tambahan Teori
Anak yang terhalang kegiatan menghisap mungkin berusaha untuk memuaskan kebutuhan ini di kemudian hari melalui aktifitas seperti mengunyah permen karet, merokok dan makan yang berlebih.
2. Teori Psikisosial Erickson
Percaya Vs Tidak Percaya (lahir sampai 1 tahun) (neonatus dan bayi)
bentuk : mengambil dan mendapatkan
sifat baik : pengharapan
 Ciri Tahapan
pemenuhan kepuasan dari pengasuh tentang kebutuhan dasar bayi untuk makan dan menghisap , rasa hangat dan nyaman , cinta dan rasa aman dalam prilaku yang konsisten dan sensitive, menghasilkan kepercayaan.
 Tambahan Teori
pada saat kebutuhan dasar bayi tidak terpenuhi atau tidak terpenuhi secara adekuat , bayi menjadi curiga, penuh rasa takut, dan tidak percaya, hal ini ditandai dengan prilaku makan , tidur dan eliminasi yang buruk
3. Teori Perkembangan Kongnitif Piaget
Sensori Motor (lahir sampai 2 tahun)
 Ciri Tahapan
Anak belajar mengenai dunia melalui aktifitas sensori dan motori
 Tambahan Teori
anak secara lambat mengembangkan konsep bahwa orang dan benda merupakan hal yang permanent, walaupun mereka tidak lagi terlihat.
Aktivitas Refleks (lahir sampai satu bulan)
 Ciri Tahapan
anak melatih refleks saat lahir dan meningkatkan beberapa control refleks tersebut.
 Tambahan Teori
memodifikasi refleks menjadi lebih efisien . menghisap merupakan yang lebih efektif dan selektif.
4. Teori Perkembangan Moral Kohlberg
Tingkat Premoral (lahir sampai 9 tahun)
 Ciri Tahapan
terdapat sedikit kewaspadaan mengenai apa yang dimaksud dengan prilaku moral yang bisa di terima secara social. control di dapatkan dari luar
 Tambahan Teori
anak menyerah pada kekuatan dan kepemilikan. hidup dinilai untuk jumlah dan kekuatan dari kepemilikan.
Orientasi Hukuman dan Kepatuhan (lahir sampai 6 tahun)
 Ciri Tahapan
peraturan dari orang lain diikuti untuk menghindari hukuman
 Tambahan teori
anak menggabungkan label dari baik dan buruk, benar dan salah dalam prilaku dalam bentuk konsekuensi dari tindakan-tindakan.

VII. SEKILAS TENTANG PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
1. Pengertian Pertumbuhan Dan Perkembangan
Perkembangan adalah aspek progesif adaptasi terhadap lingkungan yang yang bersifat kualitatif. contoh peningkatan aktifitas fungsional penguasaan terhadap beberapa keterampilan yang lebih kecil.
Pertumbuhan fisik merupakan hal yang kuantitati, atau dapat diukur, aspek peningkatan ukuran fisik individu sebagai hasil peningkatan dalam jumlah sel.
2. Tahap Pertumbuhan Dan Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan manusia merupakan hal yang berjalan terus dan berliku-liku , proses kompleks yang sering di bagi ke dalam tahap yang diatur sesuai kelompok umur.
3. Factor Utama Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan
Mahluk manusia adalah system kompleks dan terbuka yang dipengaruhi .
Diketik Ulang Oleh Pendi Ardiansyah
Referensi:
Potter & Perry.2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, dan Prsktik; Vol 1, terjemahan Yasmin Asih…[et al.]. Jakarta : EGC